Angin Muson

Angin Muson

Angin Muson

Angin Muson

Bagaimana proses terjadinya angin muson? Mengapa dapat terjadi angin muson?

Angin muson adalah

angin yang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara yang mencolok antara daratan dan samudra atau lautan. Angin muson menyebabkan pergantian antara musim kemarau dan musim penghujan di Indonesia. Terdapat 2 jenis angin muson, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.

Pada bulan April sampai September

matahari berada di belahan bumi bagian utara sehingga Benua Asia mendapatkan penyinaran lebih banyak. Akibatnya, suhu udara di Benua Asia relatif tinggi, sedangkan tekanan udaranya menjadi rendah. Di sisi lain, Benua Australia sedang mengalami musim dingin sehingga tekanan udaranya tinggi. Udara bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi menuju daerah dengan tekanan udara rendah. Bertiuplah angin muson timur dari Benua Australia menuju ke Benua Asia melintasi Samudra Hindia. Benua Australia mengalami musim dingin sehingga angin tidak mengandung banyak uap air karena penguapan yang terjadi minimum. Angin muson timur juga hanya  melewati samudra yang relatif sempit sehingga sifatnya kering. Oleh karena itu, angin muson timur mengakibatkan terjadinya musim kemarau di Indonesia.

Sebaliknya

pada Bulan Oktober sampai Maret matahari berada di belahan bumi bagian selatan sehingga Benua Australia mendapatkan penyinaran lebih banyak. Akibatnya, suhu udara di Benua Australia relatif tinggi, sedangkan tekanan udaranya menjadi rendah. Di sisi lain, Benua Asia sedang mengalami musim dingin sehingga tekanan udaranya tinggi. Udara bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi menuju daerah dengan tekanan udara rendah. Bertiuplah angin muson barat dari Benua Asia menuju ke Benua Australia melintasi Samudra Pasifik. Angin muson barat melewati samudra yang luas sehingga membawa banyak uap air saat melintasi wilayah Indonesia. Oleh karena itu, angin muson barat mengakibatkan terjadinya musim penghujan di Indonesia.


Sumber:

https://kelasips.co.id/

About the author