Menteri Baswedan Hadir di Maluku Mesti Kembalikan Citra Pendidikan

Menteri Baswedan Hadir di Maluku Mesti Kembalikan Citra Pendidikan

Menteri Baswedan Hadir di Maluku Mesti Kembalikan Citra Pendidikan

Beberapa hal penting dan menarik dari kehadiran Menteri Pendidikan Dasar Menengah

dan Kebudayaan RI Anies R. Baswedan di Ambon Maluku Senin (26/1/2015) adalah; memberikan dorongan dan motivasi kepada kita semua di Maluku untuk mengembalikan citra pendidikan yang bermutu dan berkualitas kedepan.

Terutama soal bagaimana kita memberikan pembelajaran yang baik, mendidik, melatih dan membentuk karakter para siswa.

Demikian keterangan Kepala SMP Negeri 6 Ambon Drs. Jan Mahulette, M.MPd

kepada Tribun-Maluku.Com di ruang kerjanya Selasa (27/1/2015).

Menurut Mahulette, semua informasi yang disampaikan Menteri Baswedan betul-betul membangkitkan semangat kita di Maluku, untuk kembali melihat pendidikan sebagai salah satu komponen yang paling untuk meraih masa depan dari generasi penerus yang lebih baik.

Dikatakan, kehadiran Menteri Baswedan memberikan warna bahwa Pemerintah Pusat sangat mempedulikan Maluku karena hasil tes kompetensi guru, Provinsi Maluku jauh berada dibawah standar.

Selama ini Maluku lebih banyak memperhatikan kualitas pemberdayaan sumber daya alam (SDA),

sementara justru SDA itu akan dapat dikelola secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, apabila kita memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Kehadiran Menteri Baswedan di Kota Ambon Maluku mengingatkan kita untuk bagaimana kita membangun SDM yang berkualitas, yang kuat, sehingga ke depan kita mampu membangun daerah kita sejajar dengan daerah lain yang sudah maju di Indonesia.

Selain itu kata Mahulette, soal pemberlakuan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan selama 3 semester, tetap jalan dan menjadi sekolah yang uji coba sementara yang belum masih tetap melaksanakan Kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Sebagai pimpinan pada SMPN 6 Ambon yang sudah melaksanakan K 13 Mahulette melihat ide, gagasan dan jiwa dari K 13 sudah sangat baik namun mungkin saja dalam penilaian sering menyulitka guru.

Mahulette berpendapat, terhadap hal ini sebenarnya guru tidak perlu bersungut karena itulah pakaian dan makanan guru sehari-hari, sehingga mesti diupayakan untuk mengembangkan sistem penilaian yang baik.

Karena SMPN 6 sudah melaksanakan K 13 sehingga hal itu tetap jalan sambila memperhatikan kalau ada kebijakan dari Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan, maka pihaknya akan tetap mengikutinya.(TM02)

 

Sumber :

https://samarindatv.co.id/hadis-tentang-puasa/

About the author