Sudah Memprihatinkan, Kini Terancam Digusur

Sudah Memprihatinkan, Kini Terancam Digusur

Sudah Memprihatinkan, Kini Terancam Digusur

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Nampaknya kalimat itu pas menggambarkan kondisi SDN

Layungsari 2. Sudah kondisi bangu­nannya tidak layak huni, sekolah di wilayah Selatan Kota Bogor ini terancam digusur lantaran terdampak proyek rel ganda kereta api jurusan Bogor-Sukabumi.

Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala SDN Layungsari 2, Subadri. “Sudah lebih dari 6 bulan kondisi ruang guru ambruk dan belum diper­baiki. Padahal, kita sudah beberapa kali mengaju­kan perbaikan kepada Pemerintah Kota Bogor, namun hingga saat ini belum ada realisasinya,” bebernya.

“Sebenarnya kami sangat prihatin dengan kondisi SDN Layungsari 2. Apalagi,

tiga ruang belajar di bawah akan terkena pelebaran rel PJKA. Untuk itu, kami mengusulkan agar pengganti bangunan ruang belajar di bawah dinaikkan ke atas sejajar dengan bangunan atas,” sambungnya. “Jika rencana itu terealisasi, Insya Allah SDN Layungsari 2 akan lebih baik dan anak-anak tak harus turun ke ruang kelas bawah seperti sekarang ini,” terangnya.

Sekadar diketahui, kondisi bangunan SDN Layungsari 2 cukup memprihatinkan. Beberapa fasilitas sekolah bisa dikatakan tak layak huni. Paling menonjol adalah ruang guru yang sudah hancur karena plafonnya jebol dan bocor hingga terancam ambruk.

Sementara itu, SDN Layungsari 2 sendiri memi­liki 326 siswa dan 16 guru. Lalu ada tujuh ruang belajar,

di mana empat ruang belajar yang baru dibangun pada 2017 berada di atas dan tiga ruang belajar lagi di bawah tebing yang dalamnya hampir 20 meter. Para pelajar harus menggunakan tangga darurat untuk mencapai tiga kelas di bawah.

“Sebenarnya kita khawatir juga dengan kondisi ruang belajar di bawah tebing. Mau nggak mau anak-anak harus naik turun tangga darurat jika mau ke ruangan bawah. Jadi, kalau hujan licin dan khawatir anak-anak akan terpeleset,” kata orang tua murid, Eeng.(

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/G3L6DJ9

About the author